BERITA

Malaysian Cinema Lecture Series, 3 Dosen Ilmu Komunikasi turut Presentasi


16 Oct 2017

UiTM

Jumat (13/10), bertempat di gedung enam ruang Cinema, Universitas AMIKOM Yogyakarta (UAYO) dan Univesiti Teknologi Mara (UiTM) kembali bekerja sama dan saling bertukar ide bertajuk Malaysian Cinema Lecture Series. Lima belas presenter mempresentasikan ide dan karyanya terkait film dan cinema. Dosen UiTM yang hadir ialah dosen-dosen yang memiliki latar belakang perfilman karena mereka ialah dosen dan staff di Fakultas Film, Taeater dan Animasi (Faculty of Film, Theatre & Animation) UiTM. Sementara perwakilan dari Amikom diwakili oleh dosen Multimedia dan Ilmu Komunikasi.

ilkom

Acara ini berlangsung dari pukul 09.00 sampai 16.30 dan dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai jurusan yang ada di UAYO. Tiga orang dosen Ilmu Komunikasi yang menjadi presenter dalam acara ini ialah Erik Hadi Saputra SKom MEng, Nurbayti SIkom MA, dan Erfina Nurus’saadah SIKom, MIKom. Erik Hadi Saputra yang merupakan ketua prodi Ilmu Komunikasi UAYO ini mempresentasikan idenya yang berjudul Representasi Nilai-nilai Kehidupan dalam Film The Last of Samurai. Sementara itu, Nurbayti memilih film televisi (FTV) sebagai bahan kajiannya. Bertajuk representasi budaya lokal dalam FTV Indonesia, Ia mencoba melihat unsur budaya yang terdapat dalam FTV. “Dari Lokasi dan atribut yang digunakan dalam FTV, kita bisa melihat adanya representasi budaya lokal yang dimasukkan oleh Sutradara. Misalnya dari pakaian yang digunakan, misalnya kostum batik, gambar wayang atau seperti penutup kepala khas Bali dan memunculkan janur untuk canang (semacam wadah untuk sesajen/sembahyang,red) ,” ujarnya yang mengangkat dua FTV sebagai objek kajiannya.

Sementara itu, salah satu presenter dari UiTM ialah Khairul Anwar Mat Kassim mempresentasikan Penataan Seni dalam Filem: Lakaran Papan Cerita sebagai Manual Pra-Visualisasi. Dalam materinya ia menerangkan bahwa pentingya aspek visual dalam sebuah produksi film. Selain itu penggunaan papan cerita (story board) sangat menunjang proses pengambilan gambar. “orang akan sangat mengerti apabila kita menghadirkan gambar, bukan lagi teks yang bisa memiliki banyak makna dan belum tentu dimengerti semua orang,” ujar Khairul dalam presentasinya.

ilkom

Setelah semua pemaparan pemateri selesai, maka acara ini dilanjutkan dengan closing statement dari Rektor UAYO, Prof. Suyanto. Ia berharap acara ini dapat berlanjut dan semakin baik ke depannya sehingga kerjasama antara UAYO dan UiTM tetap terjalin. Dalam hal ini juga, Prof Suyanto memberikan sijil (sertifikat) dan cenderamata kepada presenter dari UiTM sedangkan sijil dan cenderamata untuk dosen UAYO di berikan oleh Dato’ Prof Dr A Razak Hj Mohaiden sebagai perwakilan UiTM yang juga merupakan dekan Fakultas Film, Teater dan Film UiTM. ***